Masalah yang biasanya di hadapi oleh desa

Permasalahan Desa


Pemetaan sosial yang telah dilakukan berhasil mendapatkan beberapa permasalahan masyarakat yang ada di Desa Karyawangi. Dalam bidang ekonomi, masyarakat terbentur dengan masalah pemasaran barang-barang produksi mereka yaitu berupa tikar mendong dan hasil pangan (keripik singkong, keripik pisang, gula aren, gula semut). Dalam hal ini masyarakat hanya mampu memproduksi tetapi kurang bisa melakukan pemasaran sehingga hal ini berdampak kepada permintaan barang yang statis (tidak meningkat) dan harga barang yang tidak bisa mengalami kenaikan (tidak sesuai dengan biaya produksi). Kemudian hal ini pun berakibat pada pendapatan masyarakat yang tidak mencukupi dan usaha yang sulit untuk berkembang.

Dalam bidang pendidikan, permasalahan masyarakat yang didapat adalah jumlah sekolah tingkat pertama dan menengah yang masih kurang memadai sehingga masyarakat merasa kesulitan untuk dapat mengakses sekolah tersebut. Hal ini berdampak pada kesadaran masyarakat akan pendidikan yang lebih tinggi (tingkat lanjut) belum maksimal.

Dalam bidang kesehatan, permasalahan yang didapatkan adalah tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Walaupun bidan sangat aktif menyelenggarakan posyandu rutin di setiap dusun, tetapi masyarakat masih kurang menyadari pentingnya kesehatan sehingga banyak dari masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan posyandu secara rutin seusai dengan jadwal. Selain itu, terbatasnya tenaga medis yang ada di DesaKaryawangi membuat pelayanan akan kesehatan kurang maksimal. Tenanga medis di Desa Karyawangi hanya berjumlah 2 orang yaitu bidan dan mantri. Hal ini pun membuat Puskesmas Pembantu tidak berjalan dengan semestinya. Kemudian walaupun posyandu dilakukan secara rutin di setiap dusun, tetapi masalah fasilitas posyandu yang masih minim membuat bidan dan kader posyandu kesulitan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi ibu dan anak. Selama ini posyandu diadakan di rumah-rumah kader posyandu yang jelas terbatas terutama dalam hal kelengkapan peralatan dan keleluasaan bidan dalam melayani masyarakat.

Kemudian dalam  kehidupan sosial, permasalahan  yang didapatkan adalah mulai lunturnya budaya gotong royong di hampir semua dusun. Hal ini dapat dibuktikan dengan mulai hilangnya kegiatan sosial masyarakat seperti kerja bakti bersama. Hal ini diakui oleh para tokoh masyarakat di beberapa dusun. Masyarakat lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama oleh karena itu, para tokoh masyarakat berasumsi bahwa sikap individualisme masyarakat Desa Karyawangi mulai meningkat.

Lalu dalam segi infrastruktur, masih banyak terdapat fasilitas, khususnya jalan, yang masih sangat kurang memadai. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jalan akses ke pemukinam warga di dusun-dusun yang masih memprihatinkan. Beberapa jalan baru mengalami sedikit kemajuan pada tahun 2013 melalui pnpm mandiri. Walaupun masih banyak terdapat jalan yang kurang memadai, pemerintah desa sedang melakukan perencanaan pembangunan pada tahun 2015 untuk sarana dan prasarana infrastruktur desa seperti jalan.


Dalam bidang pertanian, masalah yang didapatkan adalah tidak sesuainya bantuan pemerintah dengan keadaan alam di Desa Karyawangi, seperti tidak sesuainya traktor (mesin pembajak) yang diberikan oleh pemerintah dengan kondisi lahan pertanian Desa Karyawangi yang cenderung menggunakan sengkedan karena lahan yang terdapat di perbukitan. Selain itu, Gabungan Kelompok Tani tidak berjalan dengan maksimal atau dapat dikatakan tidak aktif.  Hal ini menyebabkan kurangnya penyuluhan-penyuluhan pertanian dan penyelesaian masalah dalam bidang pertanian, sehingga masih banyak masalah yang dialami oleh masyarakat terkait dengan pertanian seperti bagaimana cara mengusir hama tanaman.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()

Follow by Email

Label

Pencarian

Label

Recent Posts